Menteri Kesehatan Setujui PSBB Jabar

626

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat. Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/289/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi Jawa Barat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Covid – 19.

Dengan keputusan tersebut, provinsi Jawa Barat secara penuh menerapkan PSBB skala Provinsi di 27 Kota dan Kabupaten setelah sebelumnya PSBB diterapkan di wilayah Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya.

PSBB yang rencananya akan mulai diterapkan pada 6 Mei 2020 mencakup wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang dan Purwakarta. Kemudian Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Melansir dari berbagai media, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menandaskan bahwa PSBB dilakukan untuk menurunkan angka penyebaran covid – 19 di Jawa Barat. Ia menambahkan setelah pemberlakuan PSBB di wilayah Bogor, Depok, Bekas dan Bandung Raya, ada penurunan jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif covid – 19.

Menurut Ridwan Kamil, dalam 2 hari dari Kamis, 30 April hingga Jumat, 1 Mei, terjadi penurunan kasus pasien terkonfirmasi positif covid -19. Penurunan ini yang akan terus dipertahankan sehingga PSBB dibutuhkan oleh Provinsi Jawa Barat.

Langkah selanjutnya setelah persetujuan PSBB dari Menteri Kesehatan adalah penyusunan Peraturan Gubernur dan Peraturan Wali Kota dan Bupati mengenai pelaksanaan PSBB.